Presiden Iran menantang AS dan meminta maaf atas serangan
Berita Internasional

Presiden Iran Tantang Permintaan AS Sambil Minta Maaf atas Serangan

DUBAI, Uni Emirat Arab — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa permintaan Amerika Serikat untuk menyerah tanpa syarat adalah sebuah “mimpi yang harus mereka bawa hingga ke liang lahat.” Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah pidato yang direkam dan ditayangkan oleh stasiun televisi negara pada hari Sabtu.

Dalam pidatonya, Pezeshkian juga meminta maaf atas serangan yang dilakukan Iran terhadap negara-negara tetangga, menyatakan bahwa Teheran akan menghentikan serangan tersebut. Ia mengklaim bahwa serangan itu disebabkan oleh kesalahpahaman di dalam jajaran angkatan bersenjata Iran, serta menyalahkan pembunuhan pemimpin tertinggi negara dan pejabat senior lainnya yang menyebabkan hilangnya kontrol.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Iran yang menargetkan negara-negara Teluk Arab, ketika Israel dan Amerika Serikat terus melancarkan serangan udara terhadap Republik Islam tersebut. Pada pagi hari yang sama, serangan berulang dilakukan terhadap Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Konflik Meningkat

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyetujui penjualan senjata baru senilai $151 juta kepada Israel setelah Trump menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan negosiasi dengan Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat.” Pejabat AS juga memperingatkan akan adanya kampanye pengeboman yang lebih intens yang dikatakan sebagai yang paling masif dalam konflik yang telah berlangsung selama seminggu ini.

Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, dalam sebuah wawancara televisi pada hari Jumat, menyatakan bahwa “kampanye pengeboman terbesar” dari perang ini masih akan datang. Duta Besar Iran untuk PBB menegaskan bahwa negara mereka akan “mengambil semua langkah yang diperlukan” untuk membela diri.

Rekaman video dari Associated Press menunjukkan ledakan yang menggelegar dan asap membubung di atas barat Teheran ketika Israel mengklaim telah memulai gelombang serangan yang luas.

Dampak Perang

Konflik ini telah merenggut nyawa sedikitnya 1.230 orang di Iran, lebih dari 200 di Lebanon, dan sekitar selusin di Israel, menurut pejabat dari negara-negara tersebut. Enam tentara AS juga dilaporkan tewas.

Serangan-serangan Iran yang menargetkan negara-negara Teluk menunjukkan bahwa konflik ini semakin meluas. Sirene terdengar di Bahrain pada pagi hari saat serangan Iran menghantam kerajaan pulau tersebut. Arab Saudi juga mengklaim berhasil menghancurkan drone yang menuju ladang minyak Shaybah dan menjatuhkan rudal balistik yang diluncurkan menuju Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang menampung pasukan AS.

Di Dubai, beberapa ledakan terdengar pada pagi hari yang sama dan pemerintah setempat mengaktifkan pertahanan udara. Penumpang yang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, dipindahkan ke terowongan kereta setelah alarm berbunyi. Kemudian, Emirates mengumumkan bahwa “seluruh penerbangan ke dan dari Dubai telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” meskipun keputusan itu kemudian dibatalkan dan penerbangan dilanjutkan.

Pertumbuhan Harga Minyak

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, memperingatkan bahwa perang ini dapat “meruntuhkan ekonomi dunia,” memprediksi penutupan besar-besaran ekspor energi Teluk yang dapat mendorong harga minyak hingga $150 per barel. Pada hari Jumat, harga untuk satu barel minyak mentah acuan AS melonjak di atas $90 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Seorang analis regional yang menulis untuk jaringan berita satelit Al Jazeera yang didanai Qatar memperingatkan bahwa Iran sedang melakukan “kesalahan strategis bersejarah.”

Kesimpulan

Konflik yang terus meningkat ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meruncing, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh negara-negara terlibat, tetapi juga oleh perekonomian global, termasuk Indonesia. Masyarakat internasional perlu mengawasi perkembangan ini dengan cermat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *