Hagatna, Guam — Dalam upaya pencarian kapal kargo yang hilang dengan enam orang di dalamnya, pihak Penjaga Pantai AS menemukan sebuah kapal terbalik yang sesuai dengan deskripsi kapal tersebut, tidak jauh dari wilayah AS di Saipan. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan apakah kapal yang ditemukan adalah kapal yang hilang.
Pihak Penjaga Pantai menginformasikan bahwa awak pesawat HC-130 Hercules melihat kapal tersebut pada pagi hari, sekitar 100 mil laut (185 kilometer) di timur laut posisi terakhir Mariana, kapal kargo yang hilang. Lokasi penemuan kapal terbalik itu berada 34 mil laut (63 kilometer) di timur laut Pagan, sebuah pulau kecil di utara Saipan.
Detail Penemuan Kapal dan Pencarian
Dalam pernyataan resmi, Penjaga Pantai mengonfirmasi bahwa kapal yang terbalik tersebut cocok dengan deskripsi Mariana, sebuah kapal kargo kering yang terdaftar di AS dengan panjang 145 kaki (44 meter). Kapal ini mengalami kerusakan mesin pada hari Rabu ketika Topan Sinlaku melanda Saipan dan pulau-pulau sekitarnya dengan angin kencang dan hujan deras.
Setelah awak melaporkan bahwa mesin sisi kanan kapal mengalami kegagalan dan meminta bantuan, Penjaga Pantai mengatur jadwal komunikasi selama satu jam dengan kapal tersebut. Namun, komunikasi terputus pada hari Kamis. Meskipun pesawat HC-130 diluncurkan untuk melakukan pencarian, pesawat tersebut harus kembali ke Guam karena cuaca buruk.
Posisi Terakhir dan Upaya Pencarian
Posisi terakhir Mariana tercatat sekitar 140 mil (225 kilometer) utara-barat laut Saipan, yang berjarak sekitar 3.800 mil (6.115 kilometer) di barat Hawaii. Pihak Penjaga Pantai di Honolulu sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kapal yang terbalik itu.
Pihak berwenang belum mengetahui kewarganegaraan dari enam anggota awak Mariana yang hilang. Pencarian melibatkan tim dari Angkatan Laut AS menggunakan pesawat Boeing P-8A Poseidon, kapal pemotong dari Penjaga Pantai, serta tim dari penjaga pantai Jepang yang dilengkapi dengan tim penyelam khusus.
Dampak Topan Sinlaku di Saipan
Topan Sinlaku menyebabkan banjir, merobohkan atap, dan membalikkan mobil di Saipan. Para pejabat setempat melaporkan bahwa ukuran besar badai ini menyebabkan pulau tersebut menghadapi sekitar 48 jam angin kencang, yang menghambat kemampuan petugas tanggap darurat untuk menilai kerusakan dan membantu masyarakat setempat.
Kesimpulan
Penemuan kapal terbalik ini menambah ketegangan pada pencarian Mariana yang hilang. Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung dan dampak dari Topan Sinlaku, pencarian untuk menemukan awak kapal menjadi semakin kompleks. Pihak berwenang diharapkan dapat segera memberikan informasi lebih lanjut mengenai status pencarian ini dan nasib awak kapal yang hilang.


