Paus Leo XIV telah mengonfirmasi akan memenuhi undangan untuk melakukan kunjungan bersejarah ke Vietnam. Kunjungan ini akan menjadi yang pertama bagi seorang Paus ke negara Asia Tenggara tersebut, terutama setelah hubungan diplomatik antara rezim komunis Vietnam dan Vatikan mulai menghangat.
Ketua Majelis Nasional Vietnam, Tran Thanh Man, mengungkapkan bahwa undangan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Presiden Vietnam, To Lam. “Terima kasih yang tulus,” ujar Paus Leo XIV dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP pada hari Minggu, 12 April.
Signifikansi Kunjungan
Paus Leo XIV menekankan bahwa kunjungannya ke Vietnam dalam waktu dekat ini bertujuan untuk memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara. “Akan lebih memperdalam hubungan bilateral,” tambahnya, menunjukkan harapan yang kuat untuk peningkatan kerjasama di berbagai bidang.
Sejarah mencatat bahwa Hanoi dan Vatikan belum menjalin hubungan diplomatik resmi sejak berakhirnya Perang Vietnam pada tahun 1975. Namun, upaya untuk memulihkan hubungan telah dilakukan sejak tahun 2009 dengan pengiriman beberapa perwakilan dari kedua pihak.
Terobosan Tahun 2023
Pada tahun 2023, kedua negara mencapai terobosan signifikan dengan menyetujui pembentukan ‘Perwakilan Kepausan Tetap’ di Vietnam. Ini merupakan langkah penting yang bisa membawa hubungan kedua belah pihak ke level yang lebih tinggi.
Paus Fransiskus, pendahulu Leo XIV, juga pernah diundang untuk mengunjungi Vietnam, namun undangan tersebut hanya dihadiri oleh menteri luar negeri de facto Vatikan ke Vietnam pada musim semi tahun 2024. Kunjungan Leo XIV diharapkan menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antara dua entitas yang historis ini.
Konsekuensi bagi Umat Katolik di Vietnam
Vietnam memiliki sekitar enam juta umat Katolik, yang merupakan sekitar enam persen dari total populasi. Secara historis, pemerintah Vietnam memandang orang Katolik sebagai kelompok yang memiliki hubungan dekat dengan bekas kekuatan kolonial Prancis. Namun, kelompok hak asasi manusia telah menuduh pemerintah Vietnam membatasi kebebasan beragama, termasuk bagi umat Katolik.
Dalam pertemuan antara Tran Thanh Man dan Paus, keduanya sepakat untuk terus berupaya meningkatkan hubungan bilateral demi kesejahteraan rakyat serta perdamaian dan kemakmuran global. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hubungan antara Vatikan dan Vietnam, tetapi juga memberikan harapan bagi umat Katolik di Vietnam untuk mendapatkan kebebasan beragama yang lebih baik.
Kesimpulan
Kunjungan Paus Leo XIV ke Vietnam menjadi sebuah langkah bersejarah yang bukan hanya memperkuat hubungan antara keduanya tetapi juga memberikan sinyal positif bagi umat Katolik dan masyarakat luas di Vietnam. Harapan untuk peningkatan kebebasan beragama dan hubungan yang lebih harmonis menjadi hal yang sangat penting dalam konteks ini.



