Jakarta – Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengungkapkan perjalanan penuh tantangan dalam membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sebuah sesi BGN Talks yang diunggah di akun YouTube BGN pada Kamis (5/3), Sony menceritakan betapa sulitnya mengajak mitra untuk berkolaborasi di awal pelaksanaan program ini.
Tantangan di Awal Program
Selama setahun terakhir, Sony menggambarkan dinamika yang dihadapi sebagai “permen nano-nano”, mencerminkan berbagai rasa tantangan yang dialami. “Setahun ini, kalau saya ibaratkan permen nano-nano ya, rasanya banyak-banyak. Kenapa? Karena dinamikanya ya,” ujarnya.
Pada awal program MBG, Sony mengaku bahwa dia harus berjuang keras untuk meyakinkan masyarakat agar mau bergabung sebagai mitra. Dia bahkan menyebut dirinya harus “ngemis-ngemis” untuk mendapatkan dukungan. “Saya masih ingat betul Januari tahun 2025, itu betapa susah kita meyakinkan masyarakat untuk bergabung mendukung program ini. Sampai harus ngemis-ngemis, telepon-telepon meyakinkan, dan akhirnya ada 190 SPPG pada 6 Januari 2025,” tuturnya.
Transformasi Antusiasme Masyarakat
Namun, perjalanan yang berat itu kini berbalik. Dalam waktu satu tahun dua bulan, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam program MBG justru meningkat pesat. Sony melaporkan bahwa saat ini telah terbentuk sekitar 24.600 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. “Sekarang kesulitan bukan kesulitan mencari, kesulitan membendung animo masyarakat yang demikian tinggi. Sangat-sangat tinggi ya dan Alhamdulillah dalam waktu cepat, sekarang sudah satu tahun dua bulan, itu 24.600 hari ini SPPG,” jelasnya.
Dampak Penting bagi Kesehatan Masyarakat
Keberhasilan program MBG yang kini melibatkan puluhan ribu SPPG menunjukkan perubahan positif dalam kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan meningkatnya jumlah SPPG, diharapkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dapat lebih optimal. Hal ini juga menjadi langkah signifikan dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.
Kesimpulan
Perjalanan Wakil BGN, Sony Sanjaya, dalam membangun SPPG merupakan contoh nyata dari ketekunan dan komitmen dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia. Dari kesulitan awal hingga antusiasme yang meluap-luap, program Makan Bergizi Gratis menunjukkan potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan semakin banyaknya SPPG, langkah ini menjadi harapan baru dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.


