Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memberikan pernyataan tegas mengenai klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa perang di Timur Tengah akan segera berakhir. Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (10/3), IRGC menegaskan bahwa masa depan wilayah Timur Tengah ada di tangan mereka, bukan pada keputusan Trump.
Pernyataan IRGC Tentang Perang
IRGC, sebagai salah satu kekuatan militer terkuat di Iran, merespon pernyataan Trump yang menyatakan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu akan segera berakhir. “Kamilah yang akan menentukan akhir perang,” ujar IRGC dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP. Mereka menambahkan, “Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” jelas mereka.
Konteks Konflik di Timur Tengah
Pernyataan Trump sebelumnya, yang diungkapkan pada konferensi pers di Florida pada Senin (9/3), bertujuan untuk menenangkan pasar yang khawatir akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Ia menyatakan, “Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah.” Pernyataan ini muncul di tengah kepanikan pasar, di mana bursa saham mengalami penurunan signifikan dan harga minyak dunia mencapai level tertinggi sejak Juli 2022.
Situasi semakin tegang dengan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Penunjukan ini disertai dengan peluncuran serangkaian rudal ke wilayah Israel dan negara-negara Arab, yang menunjukkan bahwa akses ke Selat Hormuz mungkin akan terus terputus. Selat ini ditutup oleh Iran sehari setelah serangan tersebut.
Dampak Terhadap Pasar dan Stabilitas Global
Pernyataan Trump yang berusaha menenangkan pasar ternyata memberikan dampak positif. Wall Street menunjukkan pergerakan positif, sedangkan bursa Tokyo dan Seoul juga dibuka dengan kuat pada Selasa. Sebagai tambahan, harga minyak dunia mulai menunjukkan penurunan setelah sempat mencapai US$119 per barel pada hari sebelumnya, turun lima persen.
Kesimpulan
Perang di Timur Tengah tetap menjadi isu yang kompleks dan penuh ketegangan. IRGC dengan tegas menegaskan bahwa mereka memiliki kontrol atas situasi ini, yang menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS-Israel masih akan berlanjut. Penutupan Selat Hormuz dan dampak terhadap pasar global menjadi perhatian utama, dan perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah konflik ini. Dengan potensi dampak yang luas, penting bagi masyarakat internasional untuk terus memantau situasi ini.


