Seorang hakim federal telah menghentikan penyidikan kriminal yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Federal Reserve. Hakim James Boasberg menilai bahwa penyidikan ini merupakan bagian dari upaya yang tidak tepat oleh pemerintahan Trump untuk menekan bank sentral agar melakukan pemotongan suku bunga secara lebih agresif.
Keputusan Hakim dan Latar Belakang Kasus
Hakim Boasberg membatalkan subpoena yang dikeluarkan kepada Federal Reserve pada bulan Januari lalu, yang dianggapnya sebagai upaya untuk meminta informasi mengenai pembengkakan biaya renovasi markas besar Federal Reserve. Saat itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa alasan ini hanya sebagai dalih. Boasberg pun sepakat dengan pernyataan Powell.
Dalam pendapatnya yang baru saja dibuka untuk publik, Boasberg menyatakan, “Pemerintah tidak memberikan bukti apapun bahwa Powell melakukan kejahatan, kecuali tidak menyenangkan Presiden.” Ia menambahkan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa tujuan utama subpoena tersebut adalah untuk mengintimidasi dan menekan Powell agar menyerah kepada Presiden atau mundur dari jabatannya.
Respons dari Para Politisi
Senator Thom Tillis dari North Carolina memuji keputusan hakim tersebut. Ia menulis di media sosial, “Putusan ini mengkonfirmasi betapa lemahnya dan tidak masuk akalnya penyelidikan kriminal terhadap Ketua Powell, dan ini tidak lebih dari serangan yang gagal terhadap independensi Federal Reserve.” Tillis juga menyatakan bahwa sudah jelas bagaimana kasus ini akan berakhir dan menyarankan agar Kantor Pengacara AS di Washington D.C. tidak mempermalukan diri lebih jauh dengan melanjutkan penyelidikan ini.
Reaksi DOJ dan Potensi Banding
Namun, Jaksa AS Jeanine Pirro menunjukkan sikap yang berbeda. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur dan berjanji akan mengajukan banding, menyebut Boasberg sebagai “hakim aktivis”. Dalam konferensi pers setelah keputusan tersebut diumumkan, Pirro mengatakan, “Ia telah melemahkan kemampuan juri besar untuk menyelidiki kejahatan. Akibatnya, Jerome Powell kini berada dalam posisi yang dilindungi dari hukum.”
Dampak Terhadap Masa Jabatan Powell
Masa jabatan Powell sebagai ketua Federal Reserve akan berakhir pada bulan Mei mendatang. Namun, Tillis yang juga merupakan anggota Komite Perbankan Senat mengancam akan memblokir setiap pemungutan suara untuk calon pengganti Powell dari Trump hingga penyelidikan DOJ dibatalkan. Ia menambahkan, “Mengajukan banding terhadap putusan ini hanya akan menunda konfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya.”
Kesimpulan
Keputusan hakim Boasberg ini menjadi sorotan utama karena menunjukkan ketegangan antara lembaga keuangan, pemerintah, dan politik di Amerika Serikat. Penyidikan DOJ terhadap Federal Reserve telah menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral dan dampak politik yang mungkin terjadi. Bagi Indonesia, situasi ini menjadi perhatian karena kestabilan ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat dapat mempengaruhi perekonomian domestik.



