Suporter Liverpool kini tengah memperdebatkan performa Alexander Isak setelah kemenangan 2-1 melawan Everton pada Minggu (19/4). Penampilan striker asal Swedia ini kembali menjadi sorotan, dengan banyak fans meyakini bahwa ada masalah dalam kerjasamanya dengan Cody Gakpo.
Isak Kesulitan di Laga Melawan Everton
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Hill Dickinson, Isak tampak kesulitan memberikan kontribusi signifikan bagi tim. Dengan hanya sembilan sentuhan bola, ia gagal menekan lini belakang Everton dan akhirnya ditarik keluar untuk digantikan oleh Rio Ngumoha.
Ini bukan kali pertama Isak menunjukkan performa yang kurang baik. Ia baru kembali menjadi starter di Premier League setelah cedera fibula pada Desember 2025, namun belum mampu menampilkan permainan terbaiknya. Pada laga sebelumnya melawan Paris Saint-Germain (PSG), Isak juga terlihat kesulitan berintegrasi dengan tim, yang menyebabkan Liverpool tersingkir dari Liga Champions.
Frustrasi Fans Terhadap Kerja Sama Isak dan Gakpo
Beberapa penggemar Liverpool mulai mempertanyakan kesesuaian Isak dengan Gakpo. Di media sosial, seorang fan menyatakan, “Isak pasti benci bermain dengan Gakpo. Dia sama sekali tidak suka mengoper bola kepadanya.” Komentar ini mencerminkan kekecewaan yang dirasakan banyak suporter terhadap kombinasi keduanya di lapangan.
Fans lainnya menambahkan, “Dengan Gakpo di dalam tim, Anda tidak akan pernah mendapatkan apa pun dari Isak,” sementara yang lain mengatakan, “Gakpo adalah alasan Isak tidak mencetak gol.” Mereka merasa bahwa Gakpo tidak memberikan umpan yang diperlukan untuk memaksimalkan potensi Isak.
Pendapat Jamie Carragher dan Taktik Arne Slot
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, juga menyoroti keputusan pelatih Arne Slot yang tetap menempatkan Isak sebagai starter. Carragher meragukan kesiapan Isak untuk menghadapi pertarungan fisik yang dibutuhkan melawan bek-bek seperti Jarrad Branthwaite dan James Tarkowski. “Dia tidak terlihat siap saat melawan PSG, dan itu bukan tim yang saya pilih untuk bermain,” ujarnya.
Selain itu, Carragher merekomendasikan agar Slot mempertimbangkan opsi lain, seperti memainkan Dominik Szoboszlai dan Florian Wirtz sebagai dua pemain nomor 10, alih-alih menempatkan Isak di posisi penyerang tengah.
Dampak Kinerja Isak bagi Liverpool
Kondisi ini tentunya menjadi perhatian bagi Liverpool, terutama menjelang laga-laga penting di Premier League. Isak sebagai penyerang utama diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih, namun ketidakcocokan dengan Gakpo bisa menjadi penghambat. Jika permasalahan ini tidak segera diatasi, hal ini bisa berdampak pada performa tim secara keseluruhan dalam kompetisi domestik dan Eropa.
Kesimpulan
Dengan adanya kekecewaan dari fans dan kritik dari legenda klub, Liverpool harus segera menemukan solusi untuk mengoptimalkan permainan Alexander Isak. Pelatih Arne Slot perlu menganalisis kembali taktiknya dan mungkin mempertimbangkan perubahan dalam susunan pemain agar tim bisa kembali ke jalur kemenangan.



