Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, baru-baru ini mengumumkan bahwa FIFA telah menolak permintaan dari Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini diambil setelah Iran mengajukan permohonan relokasi dengan alasan kekhawatiran keamanan akibat konflik yang melibatkan negara mereka dengan AS dan Israel.
Menurut Sheinbaum, dalam sebuah konferensi pers di Mexico City, FIFA menilai bahwa memindahkan venue pertandingan dalam waktu yang singkat tidaklah mungkin dilakukan. “FIFA akhirnya memutuskan bahwa pertandingan-pertandingan tersebut tidak dapat dipindahkan dari tempat asalnya,” ujarnya. “Relokasi itu akan membuat logistik terlalu rumit, dan keputusan ini diambil oleh FIFA,” tambahnya.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan tiga negara tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini menjadi istimewa karena merupakan edisi pertama yang melibatkan 48 tim peserta yang akan dibagi dalam 12 grup.
Iran sendiri telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia sejak Maret 2025 setelah berhasil menjadi juara grup di kualifikasi Asia. Mereka tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Sesuai jadwal, seluruh laga Grup G akan tetap dilaksanakan di Amerika Serikat.
Iran akan memulai pertandingan mereka melawan Selandia Baru pada 16 Juni di Stadion SoFi, California. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni di venue yang sama, dan laga terakhir fase grup akan mempertemukan Iran dengan Mesir di Lumen Field, Seattle pada 27 Juni.
Sebelumnya, Meksiko menyatakan kesediaannya untuk menjadi tuan rumah pertandingan Iran setelah adanya pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, yang mendorong kekhawatiran bahwa keikutsertaan Iran di Piala Dunia dapat membahayakan keselamatan. Namun, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tidak ada perubahan rencana terkait lokasi pertandingan. Dalam pertemuan dengan para pemain, pelatih, dan ofisial Iran di Turki pada 31 Maret, Infantino menegaskan bahwa semua berjalan normal dan Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia.
“Iran akan berada di Piala Dunia. Kami sangat senang karena mereka adalah tim yang sangat, sangat kuat, saya sangat bahagia. Pertandingan akan dimainkan di tempat yang seharusnya, sesuai dengan hasil undian. Saya sudah melihat timnya, saya sudah berbicara dengan para pemain dan pelatihnya, jadi semuanya baik-baik saja,” ujar Infantino.
Keputusan FIFA ini menjadi perhatian karena menunjukkan komitmen mereka terhadap penyelenggaraan Piala Dunia dengan cara yang sudah direncanakan, meski ada tantangan politik dan keamanan yang dihadapi oleh salah satu negara peserta. Dengan pelaksanaan Piala Dunia yang semakin dekat, para penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menantikan turnamen ini dengan antusiasme tinggi.


