Campak, yang sering dipandang sebagai penyakit anak-anak, ternyata juga menjadi ancaman serius bagi orang dewasa. Infeksi virus ini sangat menular dan dapat memicu komplikasi berat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kekebalan yang cukup. Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada selebgram Ruce Nuenda yang tetap berolahraga di luar rumah meski diketahui menderita campak. Hal ini memicu kekhawatiran akan penularan penyakit kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Penyebaran dan Gejala Campak
Menurut Cleveland Clinic, campak adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan demam tinggi serta gejala peradangan saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek, yang diikuti oleh ruam kulit. Virus ini menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, dan partikel virus dapat bertahan di udara selama dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.
Penyebaran juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh seperti air liur dan lendir. Penderitanya bisa menularkan virus mulai dari empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya. Gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah terpapar, dan pada fase awal sering kali menyerupai gejala flu, yaitu:
- Demam tinggi (hingga 40 derajat Celcius)
- Pilek
- Batuk menetap
- Mata merah dan berair
- Sensitif terhadap cahaya
- Lemas dan nyeri tubuh
Salah satu ciri khas campak adalah munculnya bercak koplik, yaitu bintik putih kecil dengan dasar kemerahan di dalam mulut, yang biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum ruam kulit.
Risiko Komplikasi pada Dewasa
Walaupun campak lebih umum terjadi pada anak-anak, orang dewasa yang tidak mendapatkan vaksinasi lengkap juga berisiko. Menurut Irasto World Health, gejala campak pada dewasa cenderung lebih parah dan mereka lebih rentan terhadap komplikasi serius seperti:
- Imun yang lebih lemah
- Pneumonia
- Peradangan otak
- Penyakit bawaan yang memburuk (misalnya diabetes, penyakit jantung)
- Risiko kehamilan, seperti keguguran dan kelahiran prematur
- Diagnosis terlambat
Penelitian menunjukkan campak dapat menekan sistem kekebalan tubuh selama 2 hingga 3 tahun, membuat individu yang sembuh lebih rentan terhadap infeksi sekunder.
Pencegahan Melalui Vaksinasi
Hingga saat ini, tidak ada obat antivirus spesifik untuk mengobati campak. Penanganan penyakit ini umumnya meliputi istirahat, cukup cairan, dan pengendalian demam. Vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella) adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Dua dosis vaksin dapat memberikan perlindungan hingga 97 persen.
Walaupun infeksi masih mungkin terjadi pada sebagian kecil orang yang telah divaksinasi, gejalanya biasanya lebih ringan dan risiko komplikasinya jauh lebih rendah.
Kesimpulan
Campak bukanlah penyakit sepele yang hanya menyerang anak-anak. Dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, keputusan untuk tetap beraktivitas di luar rumah saat terinfeksi dapat memperluas penyebaran virus. Oleh karena itu, penting bagi semua orang, termasuk dewasa, untuk menyadari risiko dan melindungi diri melalui vaksinasi.



