Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bersama perwakilan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tengah berupaya untuk mengalihkan dana TKD Tambahan. Langkah ini diambil demi memperkuat aliran irigasi yang mendukung 68 hektare sawah dan memperbaiki dua jembatan yang rusak akibat bencana.
Upaya ini terungkap dalam kunjungan Eka Putra bersama Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I, Fernando H. Siagian, serta Koordinator Media Satgas PRR Sumatera, Kastorius Sinaga, ke kawasan Bukit Patah Gigi, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Di lokasi tersebut, terpantau bahwa BWS V Padang telah memasang pipa sebagai sodetan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian masyarakat. Namun, parit irigasi darurat yang ada hanya menggunakan lapisan plastik terpal biru sebagai solusi sementara yang dinilai tidak memadai. Eka Putra menegaskan bahwa jalur irigasi ini sangat vital bagi keberlangsungan 68 hektare lahan pertanian yang bergantung pada pasokan air dari aliran ini.
Mawardi, salah satu warga setempat, menekankan perlunya penggantian terpal darurat tersebut dengan sistem yang lebih permanen. Ia menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menyediakan anggaran untuk memperbaiki jalur irigasi ini. Respons positif datang dari Eka Putra yang berkomitmen untuk menyesuaikan penggunaan TKD Tambahan berdasarkan hasil peninjauan lapangan, agar pembangunan jaringan irigasi permanen dapat segera direalisasikan.
Kondisi kebutuhan masyarakat yang berkembang dibandingkan perencanaan awal anggaran menjadi alasan bagi Eka Putra untuk mengalihkan sebagian prioritas TKD Tambahan. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktivitas pertanian dari 68 hektare sawah yang terpengaruh. Fernando dari Kemendagri juga menegaskan bahwa pergeseran anggaran ini diperbolehkan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/10059/SJ, yang membolehkan penyesuaian anggaran dalam situasi tertentu, termasuk untuk kebutuhan mendesak setelah bencana.
Pergeseran anggaran juga akan mencakup perbaikan dua jembatan yang rusak akibat banjir susulan pada Mei 2026. Jembatan Tanjung Enau di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, mengalami putusnya akses yang menyebabkan 81 kepala keluarga terisolasi. Dalam kondisi darurat, warga mendirikan jembatan sederhana dari batang pohon kelapa. Pemerintah Kabupaten kemudian bekerja sama dengan TNI AD untuk membangun Jembatan Bailey sebagai solusi sementara agar aktivitas warga tetap berjalan.
Di lokasi kedua, Jembatan Pulau di Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara juga mengalami kerusakan parah yang memaksa petani mencari jalur alternatif lebih jauh untuk mengangkut hasil panen. Menyikapi kondisi ini, Bupati Tanah Datar berencana untuk segera menyesuaikan alokasi TKD Tambahan guna mempercepat pembangunan kedua jembatan tersebut, masing-masing dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar.


