Jakarta, CNN Indonesia — Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang berfokus pada pemberdayaan serta peningkatan kualitas hidup. Semangat Melayani Sepenuh Hati menjadi landasan bagi bank ini untuk memberikan manfaat yang nyata.
Selama paruh pertama 2026, Bank Mandiri semakin memperkuat pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan meluncurkan beragam program, termasuk Mandiri Donor Darah yang melibatkan pegawai dan nasabah, Program Buku Mandiri untuk Negeri, Mandiri Berbagi Sembako, Mandiri Sahabat Desa, serta Mandiri Bakti Kesehatan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan Bank Mandiri yang diorganisir melalui tiga pilar utama, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menegaskan bahwa penguatan aspek keberlanjutan sudah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan serta menghadirkan layanan yang unggul.
Pada Public Expose Kuartal II-2026, Danis memastikan bahwa penerapan prinsip ESG diterapkan secara menyeluruh dalam segala aktivitas bisnis serta program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami percaya keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya kolektif mendukung pembangunan nasional,” ungkap Danis pada Rabu (5/8).
Dari segi pilar Sustainability Beyond Banking, Bank Mandiri memperkuat inklusi keuangan melalui Livin’ Merchant yang telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah, dengan 63 persen penggunanya berasal dari wilayah non-urban. Langkah ini merupakan bagian dari peran Bank Mandiri dalam membangun Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.
Di sisi lain, pada pilar Sustainable Banking, Bank Mandiri terus mengembangkan pembiayaan yang berdampak positif terhadap lingkungan dan sosial. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank ini mencapai Rp327 triliun, tumbuh 7,5 persen secara tahunan, yang terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun dan portofolio sosial sebesar Rp155 triliun.
Komitmen ini juga diperkuat melalui pilar Sustainable Operation dengan berbagai inisiatif pengurangan emisi operasional, termasuk penggunaan 626 kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan 870 panel surya, serta penyediaan 33 charging station. Selain itu, Bank Mandiri menghadirkan inovasi keberlanjutan bagi nasabah ritel melalui fitur Livin’ Planet.
Sejak April 2026, nasabah kini bisa membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan diperdagangkan melalui IDXCarbon, sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan.
Bank Mandiri optimis bahwa penerapan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dengan fundamental bisnis yang kuat akan menjadi modal bagi perusahaan untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Fundamental yang solid ini menjadi bekal bagi Bank Mandiri untuk memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group dan menghadirkan layanan finansial yang komprehensif kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan modal tersebut, Bank Mandiri melangkah menuju visi menjadi Institusi Keuangan Terbaik di Asia Tenggara, sembari tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.



