Gambar situasi perang di Iran dan dampaknya terhadap rakyat AS
Berita Internasional

Survei: Rakyat AS Skeptis terhadap Perang Iran dan Dampaknya

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-12 tanpa ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Trump berjanji akan melakukan serangan paling agresif terhadap Iran, sementara Israel meningkatkan ofensifnya di Lebanon. Di sisi lain, pemerintah Iran mengumumkan bahwa mereka kini menganggap bank-bank dan pusat-pusat ekonomi di Timur Tengah sebagai target potensial. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa salah satu bank Iran telah menjadi sasaran serangan.

Menurut laporan NPR, akses internet di seluruh Iran telah terputus, dan banyak warga merasa takut untuk berbagi pengalaman mereka karena kemungkinan pembalasan dari pemerintah. Beberapa orang yang melarikan diri dari Teheran melalui perbatasan Turki mengungkapkan bahwa mereka pergi karena langit berwarna merah akibat bom, dan gedung-gedung bertingkat hancur berantakan. Sampai saat ini, belum ada kabar dari pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Ada laporan yang menyebutkan bahwa ia terluka dalam serangan yang juga menewaskan ayahnya, pemimpin tertinggi sebelumnya. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Keberatan Terhadap Keterlibatan AS dalam Perang

Politik dalam negeri AS juga terpengaruh oleh keterlibatan negara tersebut dalam perang ini. Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh NPR/PBS/Marist menunjukkan bahwa dari hampir 1.600 responden, hanya 36% yang menyetujui cara penanganan perang oleh Trump, sementara 56% menolak. Tingkat dukungan untuk Trump secara keseluruhan berada di angka 38%, yang merupakan angka terendahnya, terutama terkait ekonomi yang hanya mendapat dukungan 35% dari masyarakat. Meskipun demikian, delapan dari sepuluh pemilih Republik masih mendukung kebijakan ekonomi Trump serta pendekatannya terhadap Iran. Meskipun beberapa influencer MAGA mengkritik perang ini, mereka tidak mewakili mayoritas pemilih Republik. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa pemilih independen semakin bergeser untuk lebih selaras dengan Demokrat dalam berbagai isu, termasuk Iran.

Situasi di Wilayah Konflik dan Pemilihan Khusus di AS

Saat konflik ini berlanjut ke pekan kedua, banyak gambar yang mengejutkan muncul dari Iran, Israel, Lebanon, dan titik-titik konflik lainnya. Di dalam konteks politik AS, pemilihan khusus untuk menggantikan Marjorie Taylor Greene di Kongres akan dilanjutkan ke pemilihan putaran kedua setelah tidak ada kandidat yang meraih lebih dari 50% suara. Clay Fuller, Jaksa Wilayah yang didukung Trump, akan menghadapi Demokrat Shawn Harris dalam pemilihan tersebut. Harris berhasil mengumpulkan lebih dari $4 juta, jauh lebih baik dibandingkan saat ia menantang Greene dua tahun lalu. Namun, Partai Republik masih memegang kendali di distrik merah ini.

Trump tetap menjadi tokoh paling populer di Partai Republik, tetapi pemilih Republik semakin menyadari bahwa pilihannya bukanlah satu-satunya opsi yang ada. Setelah pemilihan khusus ini, perhatian publik akan tertuju pada dampak lanjutan dari kebijakan luar negeri AS dan posisi Trump di kancah politik domestik.

Kesimpulan

Konflik yang berkepanjangan antara AS, Israel, dan Iran menunjukkan dampak yang signifikan tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi dinamika politik di dalam negeri AS. Dengan meningkatnya skeptisisme rakyat terhadap keterlibatan militer ini, penting bagi pemimpin untuk mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan posisi mereka sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *