Pada bulan September 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, meminta wanita hamil untuk menghindari penggunaan Tylenol (acetaminophen) karena diklaim dapat meningkatkan risiko autisme pada bayi. Kata-kata ini langsung mendapatkan perhatian luas dan memicu reaksi dari kalangan medis.
Menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, setelah pernyataan tersebut, pemesanan Tylenol untuk pasien hamil di ruang gawat darurat (UGD) mengalami penurunan drastis hingga 10%. Meski para dokter dan ilmuwan segera menyatakan bahwa data yang ada tidak mendukung klaim presiden, dampak dari pernyataannya tetap terasa. Menariknya, tidak ada perubahan signifikan pada pemesanan acetaminophen untuk wanita yang tidak hamil.
Reaksi Cepat Dari Kalangan Medis
Dokter Jeremy Faust, seorang ahli gawat darurat di Brigham and Women’s Hospital di Boston yang memimpin studi tersebut, menyatakan, “Kejadian ini terjadi dalam semalam.” Kata-kata presiden memiliki dampak langsung terhadap jumlah Tylenol yang dipesan di departemen darurat. Namun, studi ini tidak menjelaskan apakah pengurangan penggunaan Tylenol disebabkan oleh keputusan pasien untuk tidak meminumnya atau dokter yang lebih sedikit meresepkannya.
Faust menambahkan, “Ini adalah ribuan wanita yang tidak mendapatkan pengendalian rasa sakit atau pengurangan demam ketika mereka sangat membutuhkannya.”
Data dan Metodologi Studi
Studi ini terbatas pada kunjungan di ruang gawat darurat dan tidak mempertimbangkan wanita yang berpikir untuk menggunakan Tylenol di rumah. Data yang digunakan berasal dari catatan kesehatan elektronik lebih dari 1.600 rumah sakit.
Dr. Caleb Alexander, seorang profesor epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, mengungkapkan bahwa reaksi terhadap pengumuman dari Gedung Putih tidak mengejutkannya. “Kata-kata itu penting, terutama ketika diucapkan oleh seseorang dengan pengaruh besar seperti presiden,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa umumnya dibutuhkan lebih dari satu kejadian untuk mengubah pola resep dalam jangka panjang.
Kondisi Terkini Penggunaan Tylenol
Walaupun pembicaraan tentang pembaruan label Tylenol oleh presiden dan tim kesehatan berlangsung pada musim gugur, hingga saat ini belum ada perubahan resmi. Namun, Kenvue, perusahaan yang memproduksi Tylenol, melaporkan bahwa konsumsi Tylenol “berangsur membaik” pada bulan Desember.
Perwakilan Kenvue, Melissa Witt, menegaskan, “Kami berdiri di sisi sains dan terus percaya bahwa tidak ada data kredibel yang menunjukkan hubungan terbukti antara penggunaan acetaminophen dan autisme.”
Penelitian tentang Leucovorin dan Autisme
Studi yang sama juga mencatat lonjakan resep untuk leucovorin, yang merupakan vitamin B, setelah presiden menyarankan penggunaannya sebagai pengobatan autisme. Menariknya, penggunaan leucovorin tidak turun hingga akhir periode studi pada bulan Desember. Namun, belum ada uji klinis besar yang menguji efektivitas leucovorin dalam pengobatan autisme.
Kesimpulan
Pernyataan Presiden Trump jelas memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pengguna dan dokter terkait penggunaan Tylenol di kalangan ibu hamil. Meskipun penggunaan Tylenol mulai kembali normal, penting bagi masyarakat untuk selalu mengandalkan data ilmiah dalam pengambilan keputusan kesehatan, terutama ketika berhadapan dengan informasi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan anak.


