Anak Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) bernama Hara yang berusia delapan bulan dilaporkan meninggal dunia di Kebun Binatang Bandung. Kabar ini disampaikan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, yang saat ini tengah melakukan investigasi untuk menentukan penyebab kematian satwa tersebut.
Kematian Hara dan Proses Investigasi
Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengonfirmasi kematian Hara pada Selasa, 24 Maret 2025. Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan belum sepenuhnya selesai dan akan tersedia setelah proses analisis oleh dokter hewan dilakukan. “Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, besok setelah hasil periksa oleh dokter hewan,” ungkap Eri.
Proses nekropsi, yaitu pemeriksaan terhadap bangkai Hara, sudah dilakukan. Eri menyatakan bahwa hasil pemeriksaan secara rinci akan diumumkan setelah semua analisis selesai. Kematian Hara menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang, mengingat status Harimau Benggala yang terancam punah.
Profil Hara dan Keluarganya
Hara adalah anak dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita. Ia lahir pada 12 Juli 2025, bersamaan dengan saudaranya, Huru. Kehadiran mereka di Kebun Binatang Bandung sebelumnya dianggap sebagai bagian dari upaya konservasi untuk melestarikan subspesies Harimau Benggala yang semakin langka.
Dampak Kematian Hara terhadap Upaya Konservasi
Harimau Benggala merupakan salah satu subspesies harimau yang berasal dari India dan diakui oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai satwa yang terancam punah. Kematian Hara dapat memberikan dampak negatif terhadap upaya konservasi yang sedang dilakukan. Dalam konteks kebun binatang, hal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa.
Selain itu, kematian Hara juga menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam merawat satwa liar di penangkaran. Kejadian ini diharapkan dapat mendorong kebun binatang dan lembaga konservasi untuk meningkatkan standar perawatan dan pemantauan kesehatan satwa.
Kesimpulan
Kematian anak Harimau Benggala, Hara, di Kebun Binatang Bandung merupakan kehilangan yang menyedihkan bagi upaya konservasi satwa liar. Dengan statusnya yang terancam punah, setiap kematian satwa seperti Hara menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius dalam melindungi dan melestarikan spesies yang ada. BBKSDA Jawa Barat diharapkan segera merilis hasil pemeriksaan yang dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kematian Hara.


